Sisi lain BONE

Posted: 27 Januari 2009 in bone, budaya
Tag:, , ,

abd.rahim/patawariPatawari_Sanrego
“iko anakku patawari, narekko engka siwettu matu’ ditaroko pajo-pajo ritengngana taue, muampiriki tau maegae aringngerrako ana’; aja’ mutaneng; “perring”, “pelleng”, “jati”, “sibawa siri”!!!
(Abd. Rahim)
Mendengar istilah Kabupaten acuan kita adalah suatu kelompok yang terorganisir secara terstruktur dari Kabupaten, sampai pada tingkat RT-RW. Mekanismen menjalankan tersebut adalah mempunyai aturan yang bersifat mengikat. Sebagaimana dalam UU atau peratuan lainnya. Struktur ke atas adalah profinsi Negara yang masing-masing mempunyai karakteristik sisio-budaya dan prinsip-prinsip yang dialankan yang tidak lebih dari harapan masyarakat setempat.

Seperti halnya stigma kita mendengarkan Negara Amerika maka terngiang dalam benak kita adalah penganut demokrasi, sedangkan Indonesia dengan karakteristik Negara demokrasi gotong royong, demikian juga pada tingkat kabupaten yang ada didalamnya seperti makassar sebagai kota anging mammiri, sedangkan bone adalah kota beradat.

Makna kata “beradat” sarat dengan nilai-nilai yang sifatnya manusiawi, adalah manusia yang bijak dan penuh toleransi serta kesopanan. Dalam tulisan ini yang menarik adalah “sisi lain Kabupaten Bone yang mana budaya dijadikan sebagai spirit, motorik (penggerak) masyarakat dan pemerentahan Kabupaten Bone.

Makna adat  bukan hanya di kenakan pada masyarakat, terhadap pemerintah dan lingkungan sekitarnya. akan tetapi hubungan timbal balik kepada pemerintah dengan pemerintah lainnya tentu juga terpenting kepada masyarakat serta wilayah Kabupaten Bone, juga seharusnya menjadi asas dalam pengeolaan kultur pemerentahan Kabupaten Bone.

Adat yang masih hidup ditengah-tengah bone adalah “adat sipakatau-sipakaing-sipakalebbi” dengan spirit warani-getteng, na asitinajangeng. Adat tersebut sebagai sebuah perjanjian primordial masyarakat bone yang harus senantiasa di jaga dan diimplementasikan baik hubungannya dengan pemerintah, kelompok, individu lainnya.

Adat sipakatau-sipakainge-sipakalebbi adalah sebuah nilai yang hidup dimasyarakat yang tidak gentar dan tidak goyang oleh kondisi Negara yang mengalami penurunan pada sisi kemanusiaan (dehumanisasi), tidak terpengaruh oleh kepentingan kelompok atau individu (politik). Karena tatkala ia menjadi sebuah spirit dan penggerak dalam diri setiap masyarakat to’bone maka ia tidak mengenal ruang dan waktu. Ia lahir, berkembang dan musnah bersamaan dengan lahirnya masyarakat To’bone. Artinya bahwa sebagai to’bone maka dimana dan kapanpun senanatiasa terbawa dimana ia berada.

Namun demikian, transpormasi ilmu pengetahuan, seiring dengan kecanggihan media (teknologi), dan pergeseran politik. Terkadang mengalami pergeseran nilai, akan tetapi selama ia masih mempunyai kesamaan nilai maka menjadi sebuah ukuran untuk lebih sempurna, yang sewaktu-waktu juga di implementasikan oleh masyarakat selain to’bone.

Adat sipakatau-sipakainge-sipakalebbi buka sebuah nilai yang tumbuh ditengah-tengah masyarakat yang sifatnya ekslusif, ia senantiasa terbuka oleh adanya perubahan-perubahan dari masa-kemasa.

Adat sipakatau-sipakainge-sipakalebbi tidak harus terkooptasi oleh politik yan tidak etis, ia bersifat independent dala segala momen yang terjadi di daerah. Sebagaimana dimaksudkan nilai adat panggadereng to’ bone ;

SIPAKATAU artinya : Saling   memanusiakan ,    menghormati  /   menghargai harkat  dan  martabat  kemanusiaan  seseorang  sebagai mahluk   ciptaan   ALLAH  tanpa  membeda – bedakan, siapa  saja  orangnya  harus  patuh   dan   taat   terhadap norma adat/hukum yang berlaku.

SIPAKALEBBI artinya : Saling  memuliakan  posisi dan  fungsi masing-masing dalam struktur kemasyarakatan dan pemerintahan, senantiasa berprilaku yang baik sesuai dengan adat dan budaya yang berlaku dalam masyarakat

SIPAKAINGE artinya: Saling mengingatkan satu sama lain, menghargai nasehat, pendapat orang lain, manerima saran dan kritikan positif dan siapapun atas dasar kesadaran bahwa sebagai manusia biasa tidak luput dari kekhilafan

Inilah adat pangngadereng yang dimiliki to’bone yang tidak bisa ditelan oleh masa. Ia senantiasa tumbuh dan berkembang ditengah-tengah masyarakat bone yang dinamis dan semakin kompleks.

Menghargai pejabat  merupakan adat sipakalebbi, demikian juga dengan masyarakat secara umum. Artinya bahwa  tatkala momen politik hadir ditengah-tengah masyarakat, maka pemerintah dan masyarakat secara umum harus mengedepankan tiga adat panggadereng yang dimaksud.

Paling tidak dimaksudkan bahwa dalam moment politik masyarat tidak dijadikan alat untuk saling menjatuhkan dan merusak nama baik, demi kepentingan individu dan kelompok. Sebagai contoh Fenomena pemilihan kepala daerah terkadang nilai-nilai adat pangngaderen terabaikan. Padahal idealnya segala gerak langkah yang dilakukan nilai tersebut harus menjadi spirit, sehingga tercermin sebagai masyarakat bone yang menjunjung tinggi nilai kearifn lokal adat to’bone.

Demikian juga pada pengelolaan pemerintahan kabupaten Bone, masyarakat harus memberikan penghargaan terhadap pemerintah, sebaliknya pemerintah harus memberikan pelayanan yang baik untuk rakyat.

Ingat! Bone bukan miliki ”puang”!, tp milik orang bone sendiri walau kita akan mempertanggungjawabkannya kepada Puang kelak”  ###

Komentar
  1. andini mengatakan:

    good article…
    mau tanya…
    pangngadereng itu apa??
    makasiih…

  2. adilk's mengatakan:

    artikel yg menarik, walau sdh jarang pake bhs bugis tp aq masih mengerti maksudnya…..?
    sekarang aku tinggal di bontang – kalimantan timur, dan sejak di bangku kelas 3SD aku tinggalkan tanah kelahiranku ( sanrego ) bone
    slm kenal

    slm

  3. muhammad irfan mengatakan:

    salam kenal jg.. sy salah satu putra sanrego….. good luck…. truz brjuang kwan ku untuk nama besar Bone khususnya Sanrego…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s