Perhitungan suara caleg Kab.Kota

Posted: 16 Februari 2009 in demokrasi, pemilu, politik
Tag:, , ,

Oleh; Patawari,S.HI.,M.H.

Pasca judicial review oleh MK tentang penetapan suara terbanyak dalam pemilihan calon legislatif (caleg), dalam tulisan ini singkat menggambarkan tentang bagaimana langkah perhitungan suara pada tanggal 9 April 2009. Bagaimana menghitung suara caleg? BPP adalah jumlah suara sah di bagi jumlah kursi daerah pemilihan (dapil) Jumlah BPP tersebut yang harus diperebutkan oleh masing-masing partai untuk mendapatkan kursi. Artinya bahwa ketika ada partai yang tidak mendapatkan BPP maka partai tersebut tidak berhak untuk mendapatakn kursi, kecuali pada suatu dapil tidak ada partai yang mendapatkan BPP atau tidak ada lagi BPP karena sudah terbagi sedangkan masih ada sisa kursi yang harus diisi. Maka hal tersebut harus kembali pada partai yang memiliki suara terbanyak dalam dapil masing-masing, kemudian partai tersebut mengurut calonya yang memilki suara terbanyak yang kemudian mendapatkan kursi dari kursi yang masih tersisa tersebut. Dalam perhitungan dilakukan dengan cara 3 (tiga) putaran / tahap, sebagaimana diuraikan berikut di bahwa ini: Pertama, terlebih dahulu dilakukan perhitungan untuk perolehan suara partai atau BPP yaitu suara sah dibagi jumlah kursi dalam suatu dapil Contoh; 98.000 ; 9 = 10.000. Ket : 98.000 = suarah sah 9 = kursi dapil 10.000 = BPP (BPP harus di miliki oleh Partai ketika partai mendapatkan 10.000 suara maka partai tersebut lolos memperoleh 1 (satu) kursi. Kedua, setelah mendapatkan BPP (10.000 suara) maka dilakukan perhitungan kedua yaitu mengambil caleg yang mempunyai suara terbanyak dari partai yang memenuhi BPP (10.000 suara) tersebut di atas Contoh ; jika partai memperoleh BPP (10.000 suara) maka partai tersebut berhak mendapatkan 1 kursi (dewan), selanjutnya jika partai memperoleh BPP (20.000 suara) maka partai tersebut berhak mendapatkan 2 kursi (dewan) jika partai memperoleh BPP (30.000 suara) maka berhak mendapatkan 3 kursi didewan dan seterusnya sampai jumlah 9 (sembilan) kursi tersebut habis terbagi. ketiga, BPP tidak berlaku lagi ketika partai tidak yang mendapatkan 10.000 suara karena sudah habis terbagi. sedangkan masih ada kursi yang belum terisi, maka dihitung sisa jumlah perolehan suara partai masing-masing. Dimana Partai yang memperoleh suara terbanyak maka berhak meraih kursi yang belum terbagi tersebut. Tentunya diberikan caleg yang suara terbanyak dari partai yang terbanyak tersebut. Contoh : 9 (sembilan) kursi yang diperebutkan, sedangkan yang habis dibagi dari BPP adalah 8 (delapan) kursi artinya sisanya 1 (kursi) yang belum terisi. Maka kursi yang 1 (satu) tersebut tidak lagi mengacu pada BPP yaitu (10.000 suara) tetapi berdasarkan pada suara terbanyak partai dan selanjutnya dihitung suara terbanyak caleg, maka caleg yang suara terbanyak berhak menduduki kursi dewan yang tersisa tersebut. ### Kesimpulan; 1. hitung berapa jumlah BPP tiap partai 2. partai yang lolos BPP maka yang masuk jadi anggota dewan adalah yang suara terbanyak. 3. hitung berapa sisa kursi yang belum terbagi karena BPP tdk berlaku lagi Tata cara pencoblosan pencoblosan atau pencontrengan adalah cara masyarakat (konstituen) dalam memilih caleg di dalam bilik suara,. Dalam melakukan pemilihan tentu tidak persis sama dengan cara-cara (pemilihan) seperti dulu dengan hanya melakukan pencoblosan!. Akan tetapi saat ini dilakukan dengan cara sebagai berikut 1. pencolosan adalah salah satu cara sah dalam melakukan pilihan di atas kertas suara yang telah disediakan oleh KPU/PPS. Namun demikian yang tidak sah ketika melakukan pencoblosan pada kertas suara dengan cara; • mencoblos dua atau lebih gambar partai • mencoblos partai juga mencoblos nama caleg. • Mencoblos partai “A” sekaligus mencoblos calon dari partai lain. Demikian juga sebaliknya. • Mencoblos garis pemisah caleg, demikian juga mencoblos diluar garis kerta suara. Maka dengan demikian yang sah dilakukan ketika Mencoblos hanya satu tanda, yaitu • Hanya mencoblos gambar partai saja • Hanya mencoblos nama caleg saja • Hanya mencoblos nomor urut saja Sedangkan Alat yang digunakan mencoblos adalah ballpoint (pulpen) yang juga digunakan mencontreng. 2. pencontengan adalah tindakan yang juga sah dilakukan pemilih (konstituen) ketika memberikan hak pilihnya dalam bilik suara, namun demikian ada beberapa hal yang dapat dianggap tidak sah, paling tidak sama paa cara pencoblosan point 1 diatas, yaitu • Mencontreng dua atau lebih gambar partai • Mencontreng partai juga Mencontreng nama caleg. • Mencontreng partai “A” sekaligus Mencontreng calon dari partai lain. Demikian juga sebaliknya. • Mencontreng garis pemisah caleg, • Mencontreng diluar garis kertas suara. Maka dengan demikian yang sah dilakukan ketika Mencontreng adalah satu tanda saja, yaitu • Hanya Mencontreng gambar partai saja • Hanya Mencontreng nama caleg saja • Hanya Mencontreng nomor urut saja Sedangkan Alat yang digunakan Mencontreng adalah ballpoint (pulpen) yang tentunya sudah disediakan oleh pihak penyelenggara KPU/PPS setempat. Dalam melakukan pencontrengan ada 2 (dua) bentuk, masing-masing dianggap benar yaitu; 1. pencontrengan dengan bentuk siku (√); bentuk tersebut ada 3 (tiga) bagian pertama (ujung pertama) kedua, siku ketiga ujung terakhir. Yang sah dan yang dihitung adalah bagian ketiga atau siku selebihnya dalah batal. 2. pencontrengan dengan bentuk garis (—), bentuk tersebut ada 2 (dua) bagian pertama (ujung pertama) kedua (ujung terakhir, yang sah dan dijadikan sebagai perhitungan adalah bagian pertama (ujung pertama), artinya bahwa kemanapun ekornya (ujung terakhir) baik ia kesamping, keatas, kebawa maka yang dijadikan perhitungan dalah tetap pada bagian pertama ( ujung pertama) saran penulis Demokrasi pada hakekatnya adalah kekuasaan ada ditangan rakyat, bahwasanya rakyatlah yang menetukan nasib Indonesia untuk lima tahun kedepan, maka nasib Negara adalah ditentukan oleh rakyat dalam menentukan pilihannya, artinya baik buruknya Negara ditentukan oleh rakyat sendiri sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dalam Negara Republik Indonesia, dan itulah konsekuensi dari pada system demokrasi. ###

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s