Manajemen konflik

Posted: 19 Desember 2009 in KONFLIK, managemen
Tag:, ,


Disampaikan pada LKMM BEM STIKMA, Makassar, 20/12/2009

Suatu organisasi, dimana di dalamnya terjadi interaksi antara satu dengan lainnya, tentunya memiliki kecenderungan timbulnya konflik.

Dalam institusi layanan kesehatan terjadi kelompok interaksi, baik antara kelompok staf dengan staf, staf dengan pasen, staf dengan keluarga dan pengunjung, staf dengan dokter, maupun dengan lainnya yang mana situasi tersebut seringkali dapat memicu terjadinya konflik.
Demikian juga pada kelompok organisasi tak jarang terjadi kesalah pahaman (diskomunikasi) baik antara pengurus -anggota, pengurus – pengurus, demikian juga antara panitia -panitia, panitia – pengurus, serta panitia – peserta dalam suatu kegiatan.

Yan g pasti bahwa selama ia sebagai manusia maka tentu tidak akan lepas dari masalah yang senantiasa tibul oleh karena faktor utama adalah kesalahpahaman.

Dilain sisi, Konflik sangat erat kaitannya dengan perasaan manusia, termasuk perasaan terabaikan, disepelekan, tidak dihargai, ditinggalkan, dan juga perasaan jengkel.

Perasaan-perasaan tersebut sewaktu-waktu dapat memicu timbulnya kemarahan. Keadaan tersebut akan mempengaruhi seseorang dalam melaksanakan kegiatannya secara langsung, dan dapat menurunkan produktivitas kerja organisasi secara tidak langsung dengan melakukan banyak kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja.

Dalam suatu organisasi, kecenderungan terjadinya konflik, dapat disebabkan oleh suatu perubahan secara tiba-tiba, antara lain: cara pandang (paradigma), kemajuan teknologi baru, persaingan ketat, perbedaan kebudayaan dan sistem nilai, serta berbagai macam kepribadian individu.

Yang patut di jadikan petik makna dari konflik adalah apa hikmah dibalik konflik,? Dan bagaimana keluar dari konflik tanpa menimbulkan konflik lain ??

Definisi konflik

Situasi yang terjadi ketika ada perbedaan pendapat atau perbedaan cara pandang diantara beberapa orang, kelompok atau organisasi.

Sikap saling mempertahankan diri (ego) sekurang-kurangnya diantara dua kelompok, yang memiliki tujuan dan pandangan berbeda, dalam upaya mencapai satu tujuan sehingga mereka berada dalam posisi oposisi, bukan kerjasama.

Aspek positif dalam konflik

Konflik merupakan sumber energi dan kreativitas yang positif apabila dikelola dengan baik. Misalnya, konflik dapat menggerakan suatu perubahan :
i. Membantu setiap orang untuk saling memahami tentang perbedaan pekerjaan dan tanggung jawab mereka.
ii. Memberikan saluran baru untuk komunikasi.
iii. Menumbuhkan semangat baru pada anggota
iv. Memberikan kesempatan untuk menyalurkan emosi.
v. Menghasilkan distribusi sumber tenaga yang lebih merata dalam organisasi.

Sebaliknya, Apabila konflik mengarah pada kondisi destruktif (negatif), maka hal ini dapat berdampak pada penurunan efektivitas kerja dalam organisasi baik secara perorangan maupun kelompok, berupa penolakan, resistensi terhadap perubahan, apatis, acuh tak acuh, bahkan mungkin muncul luapan emosi destruktif, berupa demonstrasi.

Penyebab konflik


 Konflik dapat berkembang karena berbagai sebab sebagai berikut:
i. Batasan pekerjaan yang tidak jelas
ii. Hambatan komunikasi
iii. Tekanan waktu
iv. Standar, peraturan dan kebijakan yang tidak masuk akal
v. Pertikaian antar pribadi
vi. Perbedaan status
vii. Harapan yang tidak terwujud


Pengelolaan konflik


Konflik dapat dicegah atau dikelola dengan:
Disiplin: Mempertahankan disiplin dapat digunakan untuk mengelola dan mencegah konflik. Seorang ketua umum harus mengetahui dan memahami peraturan-peraturan yang ada dalam organisasi. Jika belum jelas, mereka harus mencari bantuan untuk memahaminya.
Pertimbangan Pengalaman dalam Tahapan Kehidupan: Konflik dapat dikelola dengan mendukung anggota/pengurus untuk mencapai tujuan sesuai dengan pengalaman dan tahapan hidupnya. Misalnya; anggota/pengurus yang masih junior yang berprestasi dapat dipromosikan untuk mengikuti pendidikan kejenjang yang lebih tinggi, sedangkan bagi anggota/pengurus senior yang berprestasi dapat dipromosikan untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi.
Komunikasi: Suatu Komunikasi yang baik akan menciptakan lingkungan yang kondusif. Suatu upaya yang dapat dilakukan ketua umum untuk menghindari konflik adalah dengan menerapkan komunikasi yang efektif dalam kegitan sehari-hari yang akhirnya dapat dijadikan sebagai satu cara hidup.
Mendengarkan secara aktif: Mendengarkan secara aktif merupakan hal penting untuk mengelola konflik.

Teknik mengelola konflik


Pendekatan dalam resolusi konflik tergantung pada :
i. Konflik itu sendiri
ii. Karakteristik orang-orang yang terlibat di dalamnya
iii. Keahlian individu yang terlibat dalam penyelesaian konflik
iv. Pentingnya isu yang menimbulkan konflik
v. Ketersediaan waktu dan tenaga

Strategi
 Menghindar
Menghindari konflik dapat dilakukan jika isu atau masalah yang memicu konflik tidak terlalu penting atau jika potensi konfrontasinya tidak seimbang dengan akibat yang akan ditimbulkannya. Sebagai ketua umum yang terlibat didalam konflik dapat menepiskan isu dengan mengatakan “Biarlah kedua pihak mengambil waktu untuk memikirkan hal ini dan menentukan tanggal untuk melakukan diskusi”
1.Mengakomodasi Memberi kesempatan pada orang lain untuk mengatur strategi pemecahan masalah, khususnya apabila isu tersebut penting bagi orang lain.
2. Kompromi atau Negosiasi, Masing-masing memberikan dan menawarkan sesuatu pada waktu yang bersamaan, saling memberi dan menerima, serta meminimalkan kekurangan semua pihak yang dapat menguntungkan semua pihak.
3. Memecahkan Masalah atau Kolaborasi; Pemecahan sama-sama menang dimana individu yang terlibat mempunyai tujuan kerja yang sama.

Perlu adanya satu komitmen dari semua pihak yang terlibat untuk saling mendukung dan saling memperhatikan satu sama lainnya.
Petunjuk pendekatan konflik
a. Diawali melalui penilaian diri sendiri
b. Analisa isu-isu seputar konflik
c. Tinjau kembali dan sesuaikan dengan hasil eksplorasi diri sendiri.
d. Atur dan rencanakan pertemuan antara individu-individu yang terlibat konflik
e. Memantau sudut pandang dari semua individu yang terlibat
f. Mengembangkan dan menguraikan solusi
g. Memilih solusi dan melakukan tindakan
h. Merencanakan pelaksanaannya

“hidup ini tak ada yang abadi, kecuali perubahan !”,

bacaan lain

Salalam,,, mahasiswa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s