MEMAHAMI MAHASISWA & GERAKANNYA

Posted: 19 Desember 2009 in demokrasi, gerakan, mahasiswa
Tag:,

Oleh; Patawari

Menyebut nama “mahasiswa” dak lepas dari pikiran kita bahwa mahasiswa adalah masyarakat intelektual, dilain sisi bahwa mahasiswa juga adalah “pendemo”, berbagai perubahan sosial dak lepasa dari peran mahasiswa yang senantiasa gandrung untuk mengikuti perkembanagn bahkan menjadi lokomotif perubahan. Seperti, gerakan revolusi di Perancis, kemerdekaan indonesia, sampai pada menurunkan soeharto dan mendorong hingga terwujudnya Revormasi hingga kini dirasakan sebagai buah pikiran mahasiswa sebagai garda depan beserta dnegan masyarakat secara umum.

Namun demikian setiap aksi demonstrasi oleh mahasiswa tak sedikit masyarakat yang garang, dan tidak senang atas sikap mahasiswa dalam memperjuangakan aspirasinya, dalilnya bahwa dengan tindakan tersebut sangat menggaggu aktifitas masyarakat umum. Walau kritik masyarakat tak ada habisnya namun hingga kini demonstrasi masih menjadi ngetren,

Tentu harus disimak secara bersama bahwa bagaimana sesungguhnya gerakan demonstrasi itu sejalan dengan keinginan masyarakat, maka perlu dikeahui bagaimana seharusnya peran mahasisa dalam menyikap multi problematika negeri ini :

Mahasiswa

mahasiswa sesungguhnya ia sebagai kalangan pelajar, yang kuliah di suatu perguruan tinggi negeri maupun swasta hingga diberi nama maha-siswa. Ada sebuah perbedaan pendidikan yang sangat jauh antara dengan pelajar (siswa), bahwa mahasiswa lebih didorong pada sikap mandiri dan belajar secara otodidak. Hingga mahasiswa harus mencari suatu lembaga organisasi diluar kampus tak lain dan tak bukan untuk kepentingan akademinya sendiri

namun demikian tak dapat dipungkiri juga bahwa dari sekian mahasiswa yang sukses dalam akademik juga tidak sedikit yang gagal oleh karena dirinya sendiri dan lembaga pendidikan yang ditempati untuk mencari ilmu pengetahuan.

Social control

Mahasiswa sebagai bagaian penting dalam masyarakat maka ia berada pada komponen yang senantiasa melakukan control terhadap pemerintah dan masyarakat. Sehingga mahasiswa selalu berada posisi netral di dalam menghubungkan antara kebijakan pemerintah dan kepentingan masyarakat.

Disetiap kebijakan pemerintah yang tidak mengarah pada kepentingan masyarakat secara umum maka mahasiswa mencoba untuk melakukan sikap berdasarkan pengalaman dan pemahamannya yang diperoleh dari bangku kuliah atau diperoleh melalui organisasi.

Demikian juga sebaliknya bahwa mahasiswa di dalam melakukan kontroling bukan hanya control terhadap pemerintah namun pada tingkat masyarakat, sebagai bentuk pengabdian, sebagaimana termaktub dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu ; pendidikan, penelitian dan pengabdian.

Social change’

Bahwasanya mahasiswa senantiasa berada pada posisi masyarakat yang melakukan perubahan tentunya perubahan mengarah ke yang lebih baik. Sekalipun mahasiswa dipahami sebagai masyarakat kampus yang dituntut untuk belajar,, belajar dan belajar, namun tidak dipungkiri bahwa mahasiswa juga adalah bagian dari masyarakat sehingga senantiasa gerah atas kefakuman dan merupaya untuk melakukan suatu perubahan diberbagai bidang kehidupan masyarakat.

Sikap mahasiswa yang senantiasa ingin berubah itu dilandari oleh pelajaran yang diperoleh secara teoritik untuk senantiasa dikontekstualisasikan. Sehingga sikap tersebut sesungguhnya tidak dapat dipandang sebelah mata oleh semua kalangan.

mahaiswa harus dilakukan pengawasan dan pendekatan oleh semua pihak kiranya dalam melakukan suatu gerkan perubahan social seiring dengan kepentingan masyarakat dan keinginan pemerintah yang pada tujuannya adalah demi kepentingan masyarakat secara umum.

Moral vorce

Sebagai masyarakat kampus mahasiswa dianggap sebagai komponen masyarakat yang dewasa dalam bersikap dan berinteraksi dengan masyarakat umum, hal tersebut seiring dengan perkembangan pola pikir dan pola sikap mahasiswa.

Dalam fase perkembangan pola pikir dan moralitas yang senantiasa menyaksikan keadaan secara obyektif, dan di setiap kondisi yang tidak sesuai dengan perkembangan zaman maka dilakukan gerakan perubahan sebagai bentuk controlling yang dilandasi atas moral vorce kekuatan moral.

Mahasiswa idealnya dalam melakukan suatu perubahan tidak atas dasar materialistis, dan atau politis, namun adanya sebuh kesadaran bahwa ia hadir dan menyandang nama mahasiswa tak lain dan tak bukan oleh karena masyarakat yang membantunya. Sehingga secara moral ada kekuatan untuk bagaimana membalas jasa masyarakat yang selama duduk dibangku kuliah, berbagai ilmu yang diperoleh kesemuanya dari hasil jerih payah masyarakat yang di kelolah oleh pemerintah untuk kepentingan pendidika.

Idealisme gerakan

Kesadaran peran mahasiswa dan kekuatan moral yang ia miliki sehingga tak ada kata lain mahasiswa harus senatiasa melakukan sikap kritis yang konstruktif demi kepentingan rakyat, gerkan yang ideal adalah gerakan yang murni atas adanya moral vorce (kekuatan moral) yang dimiliki mahasiswa atau kelompok mahasiwa,

Mahasiswa dalam melakukan gerakan bukan oleh karena, gerakan titipan, dan atau karena interfensi oknum tertentu, sebab sikap tersebut sama sekali tidak mencerminkan nilai-nilai dan citra mahasiswa sebagai masyarakat intelek,

Dalam mengimplementasikan peran mahasiswa selain dialog, diskusi, kuliah, juga dalam bentuk tulisan di berbagai media baik kampus maupun media umum, serta melakukan demonstrasi atau aksi. Namun demikian pada perubahan dalam bentuk demonstrasi, demonstrasi tidak dijadikan sebagai tujuan namun ia hanya sebgai proses pencapaian tujuan.

Dan di dalam Negara demokrasi jangan bernah berfikir tak ada demonstrasi. Demonstrasi /aksi adalah suatu keniscayaan yang takkan pernah hilang. Adalah tinggal bagaimana menempatkan aksi demonstrasi itu secara proporsional dan tidak merusak tatanan masyarakat. ###

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s