Oleh: patawari

PIP

1. pengantar dan pengertian

tidak semua masyarakat terutama kalangan sarjana bersepakat bahwasanya Politik adalah Ilmu, termasuk Prof. Soltau juga seorang Ilmu Politik mengakui bahwa ilmu politik bukanlah Ilmu, malah menyebutkan bahwa poltik lebih tepat dengan sebutan politics atau government. bahkan Prof. Mac Iver seorang sarjana Ilmu sosial, masih menyangsikan adanya ilmu politik.

maka dengan demikia jikalu Ilmu politik bukanlah ilmu maka sesungguhnya Ilmu politik itu apa? Ilmu politik adalah hanya sekedar kemahiran belaka?, suatu seni?, Sebagaimana orang-orang rumawi bahwa ”ars politika”.

Disisilai, ada sarjana mengatakan bahwa politik adalah sama dengan sejarah, dimana sejarah adalah bukanlah ilmu, ketika politik disamakan dnegan sejarah maka memang politik bukanlah ilmu. Namun demikian bahwa sejarah tidak akan pernah sama dengan politik, dalilnya bahwa sejarah menyelidiki peristiwa-peristiwa individual sedangkan ilmu politik adalah menyelidiki konsep negara dalam bentuk-bentuknya yang umum dan ide -ide negara yang abstrak dan umum,

Manfaat ilmu politik dapat menunjukkan persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaan dari penjelmaan-pemjelmaan dari konsep negara yang umum itu dan terwujud dalam sejarah.

I   l   m   u

ilmu adalah pengetahuan, namu tidak semua pengetahuan adalah ilmu. Ilmu berobyekkan sesuatu pengetahuan tertentu dan memperoleh pengetahuan itu dengan metode-metode tertentu., intinya bahwa ilmu adalah seluruh pengetahuan yang dikordinir mengenai halikhwal tertentu.

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia (Depdikbud 1988), ilmu memiliki dua pengertian, yaitu :

1. Ilmu diartikan sebagai suatu pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode-metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerapkan gejala-gejala tertentu dibidang (pengetahuan) tersebut, seperti ilmu hukum, ilmu pendidikan, ilmu ekonomi dan sebagainya.
2. Ilmu diartikan sebagai pengetahuan atau kepandaian, tentang soal duniawi, akhirat, lahir, bathin, dan sebagainya, seperti ilmu akhirat, ilmu akhlak, ilmu bathin, ilmu sihir, dan sebagainya.

Sedangkan ilmu menurut beberapa pakar ilmu adalah sebagai berikut :

Moh. Nazir, Ph.D (1983:9) Mengemukakan bahwa ilmu tidak lain dari suatu pengetahuan, baik natural atau pun sosial, yang sudah terorganisir serta tersusun secara sistematik menurut kaidah umum.
Ahmad Tafsir (1992:15) Memberikan batasan ilmu sebagai pengetahuan logis dan mempunyai bukti empiris.

Sikun Pribadi (1972:1-2) Merumuskan pengertian ilmu secara lebih rinci (ia menyebutnya ilmu pengetahuan), bahwa : ” Obyek ilmu pengetahuan ialah dunia fenomenal, dan metode pendekatannya berdasarkan pengalaman (experience) dengan menggunakan berbagai cara seperti observasi, eksperimen, survey, studi kasus, dan sebagainya. Pengalaman-pengalaman itu diolah oleh fikiran atas dasar hukum logika yang tertib. Data yang dikumpulkan diolah dengan cara analitis, induktif, kemudian ditentukan relasi antara data-data, diantaranya relasi kausalitas. Konsepsi-konsepsi dan relasi-relasi disusun menurut suatu sistem tertentu yang merupakan suatu keseluruhan yang terintegratif. Keseluruhan integratif itu kita sebut ilmu pengetahuan.”

Lorens Bagus (1996:307-308) Mengemukakan bahwa ilmu menandakan seluruh kesatuan ide yang mengacu ke obyek (atau alam obyek) yang sama dan saling keterkaitan secara logis.

Pada bagian lain Moh. Nazir mengemukakan beberapa kriteria metode ilmiah dalam perspektif penelitian kuantitatif, diantaranya:
(a) berdasarkan fakta,
(b) bebas dari prasangka,
(c) menggunakan prinsip-prinsip analisa,
(d) menggunakan hipotesa,
(e) menggunakan ukuran obyektif dan menggunakan teknik kuantifikasi.

Belakangan ini berkembang pula metode ilmiah dengan pendekatan kualitatif.

Nasution (1996:9-12) mengemukakan ciri-ciri metode ilimiah dalam penelitian kualitatif, diantaranya : (a) sumber data ialah situasi yang wajar atau natural setting,
(b) peneliti sebagai instrumen penelitian,
(c) sangat deskriptif,
(d) mementingkan proses maupun produk,
(e) mencari makna,
(f) mengutamakan data langsung,
(g) triangulasi,
(h) menonjolkan rincian kontekstual,
(h) subyek yang diteliti dipandang berkedudukan sama dengan peneliti,
(i) verifikasi,
(j) sampling yang purposif,
(k) menggunakan audit trail,
(l) partisipatipatif tanpa mengganggu,
(m) mengadakan analisis sejak awal penelitian,
(n) disain penelitian tampil dalam proses penelitian.

KARAKTERISTIK ILMU
Ilmu mempunyai beberapa karakteristik, adapun karakteristik ilmu menurut beberapa pakar ilmu dapat diuraikan sebagai berikut :

Randall dan Buchker (1942) mengemukakan beberapa ciri umum ilmu diantaranya :
1. Hasil ilmu bersifat akumulatif dan merupakan milik bersama.
2. Hasil ilmu kebenarannya tidak mutlak dan bisa terjadi kekeliruan karena yang menyelidiki adalah manusia.
3. Ilmu bersifat obyektif, artinya prosedur kerja atau cara penggunaan metode ilmu tidak tergantung kepada yang menggunakan, tidak tergantung pada pemahaman secara pribadi.

Ernest van den Haag (Harsojo, 1977) Mengemukakan ciri-ciri ilmu, yaitu :
1. Bersifat rasional, karena hasil dari proses berpikir dengan menggunakan akal (rasio).
2. Bersifat empiris, karena ilmu diperoleh dari dan sekitar pengalaman oleh panca indera.
3. Bersifat umum, hasil ilmu dapat dipergunakan oleh manusia tanpa terkecuali.
4. Bersifat akumulatif, hasil ilmu dapat dipergunakan untuk dijadikan objek penelitian selanjutnya.

Ismaun (2001) Mengetengahkan sifat atau ciri-ciri ilmu sebagai berikut :
(1) Obyektif; ilmu berdasarkan hal-hal yang obyektif, dapat diamati dan tidak berdasarkan pada emosional subyektif,
(2) Koheren; pernyataan/susunan ilmu tidak kontradiksi dengan kenyataan;
(3) Reliable; produk dan cara-cara memperoleh ilmu dilakukan melalui alat ukur dengan tingkat keterandalan (reabilitas) tinggi,
(4) Valid; produk dan cara-cara memperoleh ilmu dilakukan melalui alat ukur dengan tingkat keabsahan (validitas) yang tinggi, baik secara internal maupun eksternal,
(5) Memiliki generalisasi; suatu kesimpulan dalam ilmu dapat berlaku umum,
(6) Akurat; penarikan kesimpulan memiliki keakuratan (akurasi) yang tinggi, dan
(7) Dapat melakukan prediksi; ilmu dapat memberikan daya prediksi atas kemungkinan-kemungkinan suatu hal.
maka ketika ilmu di gariskan demikian maka poltik adalah merupakan ilmu. karena ilmu politik juga menyelidiki hal ikhwal tertentu, penyelidikan yang dilakukan dengan menggunakan metode -metode tertentu.
syarat-syarat ilmu terlebih dahulu.

p o l i t i k

secara etimologi: Politik berasal dari bahasa Yunani Polis yang dapat berarti kota -negara kota. dari kata Polis ini diturunkan kata-kata lain seperti polites ( warganegara) dan politikos nama sifat lain yang berarti (kewarganegaraan). politike techne yang berarti kemahiran politik dan

politeke episteme adalah ilmu politik. kemudian orang Rumawi mengambi oper perkataan Yunani yang menamakan pengethauan itu tentang negara (pemerintah) artinya kemahiran tentang masalah -masalah kenegaraan.
orang yang pertama-tama menggunakan istilah ”ilmu politik ialah Jean Bodin pada tahun 1576

politik teori

atas keraguan thd sifat ilmu dalam ilmu politik maka para sarjana mencoba membagi ilmu politik dalam dua kategori
pertama: politik teori adalah keseluruha dari asas-asas dan ciri-ciri yang khas dari negara tanpa membahas aktivitas dan tujuan-tujuan dari negara,
sebagaimana Prederick Pollock menyebutkan yaitu :
• teori negara,
• teori pemerintahan,
• teori perundang-undangan
• teori negara sebagai pribadi buatan.
kedua, politik praktis mempelajaai negara sebagai suatu lembaga yang bergerak dengan fungsi-fungsi dan tujuan-tujuann tertentu, yaitu negara sebagai lembaga yang dinamis.
sebagaimana Prederick Pollock menyebutkan yaitu :
• Negara ( yaitu bentuk-bentuk negara yang nyata dari pemerintahan)
• pemerintahan (cara bekerja pemerintah, ketataprajaan, dll)
• undang-unang dan perundang-undangan (proses, pengadilan dan sebagainya)
• negara yang dipribadikan (diplomasi, perdamaian, peperangan, persetujuan- persetujuan internasional).

pengertian Ilmu Politik

selain keragaman pengertian ilmu politk sebagaimana diungkapkan pada pembahasan sebelumnya, maka juga agak sukar memberika definisi tentang ilmu poltik, adalah sama sukarnya dengan ilmu hukum.
kesukaran tersebut tidak menjadi kendala para sarjana untuk mencari definiisi dari pada ilmu hukum.
beberapa faktor kesukaran dari pada definisi ilmu politik, yaitu
1. banyakny adefinisi ilmu politik yang berlainan.
2. karena ada beberapa ilmu pengetahuan tertentu yang lazim dianggap sebagai ilmu politik.
3. ilmu politik identik dengan ilmu negara.

maka, pendefinisian Ilmu Politik itu dapat di golongkan menjadi 3 bagian:
a. Pendefinisian secara Institusional yaitu ilomu politik yang menyelidiki lembaga- lembaga politik. seperti negara, pemerintah, dpr dan lain-lain.
sebagaimana Wilbur White merumuskan ilmu politik mempelajari asall mula, bentuk- bentuk, proses negara dan pemerintahan.
menitip beratkan pada struktur formal lembaga-lembaga politik dengan peninjauannya yang terlalu dogmatis yuridis dan terlalu menitip beratkan pada dokumen-dokumen hukum dari pada kenyataan sosio-politis.
b. definisi cerara fungsional yaitu reaksi secara institusional, yaitu melepaskan diri dari pada dogmatisme dan sifat yuridis sepihak, lebih menitip beratkan pada dari pada fungsi dan aktifitas dari pada struktur formil dari lembaga-lembaga politik yang diselidiki.
c. penedefinisian menurut hakekat politik : hakekat politk adalah kekuasaan,

hakikat Politik

Hakikat politk adalah kekuasaan sedangkan kekuasaan adalah :
1. kekuasaan adalah gejala sosial
2. gejala yang terdapat dalam pergaulan hidup
3. kekuasaan adalah gejala antar individu
4. kekuasaana dalah antara individu dengan kelompok dan kelompok dengan kelompok. atau antar negara dengan negara.

maka politik merupakan

– politik adalah perjuangan untuk mencapai kekuasaan

– perjuangan untuk memperoleh kekuasaan
– teknik untuk menjalankan kekuasaan
– maslah-msalah dan kontrol kekuasaan
– pembentukan dan penggunaan kekuasaan

teknik kekuasaan
teknik kekuasaan dapat dilakukan dnegan berbagai cara. dengan teknik kekuasaan dimaksudkan semua cara -cara dan kegiatan-kegiatan yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu dengan penggunaan kkeuasaan, mulai dari kekerasan fisik yang tidak mengenal batas samapai cara persuarif moral.
Bertrand Russel mengklasifikasi teknik kekuasaan, yaitu
1. paksaan
2. dorongan dengan menggunakan hadiah dan hukuman
3. pengaruh atas propaganda

sedangkan Flechtheim membagi lima golongan, yaitu
1. paksaan fisik secara langsung
2. ancaman-ancaman hukuman
3. manipulasi dengan hadiah materil
4. manipulasi dengan hadiah-hadiah inmateril
5. manipulasi dengan perkataan, gerak dan simbol (uang),

teknik tradiisonal/histori
-kekuasaan atau pakaan semata
-intimidasi
-kekuatan
-hukuman
-penaklukan
-memecah belah dan menguasai
-serua-seruan yang bersifat emosional (pendewaan pemimpin)
-seruan akan kesatuan
-simbolisasi

teknik modern

-propaganda dan dilakukna secara sadar
-pengawasan atas pendidikan yang direncanakan dengan teliti
-memupuk ide suoerioritas ras
-pemberitaan terang-terangan dari penyelenggaraan keganasan-keganasan massal
-pengulangan bertele-tele dari ajaran bahwa tujuan membenarkan alat.

teknik dalam sejarah bersifat destruktif
-dusta
-idde tentang adanya universality of choice
-ilusi akan kemenangan

istilah-istilah penting teknikkekuasaan
1. kekuasaan dirumuskan “persetujuan dimotivir (motivasi) oleh sanksi
2. kewibawaan persetujuan yang dimotovir oleh sikap kearah legitimasi
3. pengaruh selutuh motif2 yang mendorong persetujuan secara sukarela
4. kekuatan diartikan sebagai kejalah sosial, sebagai kekuasaan fiisik sebagai kekuasaan yang disertai degan kekerasan atau adanya paksa fisik ataupun ancaman-ancaman lainnya

metode Ilmu Politik

1 deskriptif:pelukisan kenyataan dan kenyataan itu sesungguhnya
2 analitis : menghimpun kenyataan-kenyataan yang dilukiskan itu secara sistematis.
3 penilaian : penelaan yang bersifat penentuan dan pemilihan atas fakta-fakta.
4 terori: rumusan konkrit dari ide-ide yang abstrak itu .
5 metode perbandingan :

hub. Ilmu Pol & Ilmu lainnya

1 politik dan Ilmu lainnya (umum)
bahwa segala sesuatu ilmu maka senantiasa terkait satu sama lainnya, pendapat Prof. Barents seakan akan ilmu -ilmu yang bertalian dgn Ilmu Politik dapat dibagi dalam dua kategori besar Yaitu eetbaar” (dimanakan) dan oneetbaar tidak dapat dimakan).

bahwa, ilmu politik sama sekali berhubungan dengan semua ilmu, teRkecuali ilmu alam (naturkuunde). artinya bahwa tidak ada ilmu yang tidak dimakan oleh ilmu politik terkecuali adalah ilmu alam.

2 Hub. Pol. dan eko
maka dengan demikian, Ilmu politik mengatur kehidupan orang-orang Yunani , maka ”oikonomos” (ekonomi) adalah mengatur kemakmuran materil dari warganegara yunani.

diindonesia dapat dibuktikan hubungan tersebut sebagaimana tercantum alam UUD 1945c bahwa “bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

3 Poltik dan HK
hukum dibuat, dijalankan dan dipertahankan oleh suatu kekuasaan, itulah negara.
negara membentuk, menjalankan danmempertahankan hukum.
sisi lain bahwa hukum juga salah satu diantara sekian banyak ”alat politik”

dari bagian hukum posistif yang amat erat hubungannya dengan ilmu politik adalah hukum publik, terutama hukum negara. dari bagian hukum negara yang erat sangkut pautnya dnegan dengan ilmu politikk adalah hukum konstitusi dan hukum tata usaha negara.

4 Pol. dan sosiologis
sebagaimana di ungkapkan Prof. Hoetink ilmju politik sebagai :
1. sosiologi umum general sosiology, algemene sociologie)
2. sebagai ilmu tentang pengelompokan dan hubungan-hubungan sosial.
5 pol. dan ekonomi
6 pol. dan antropologi
7 pol dan sejarah

Neg. sbg Konsep Ilm.Pol.

pengertian negara

1 etimologi dan pertumbuhan istilah negara
negara berasal dari kata Staat (behasa belanda dan jerman) state ( bahasa inggeris) etat (bahasa perancis)
secara etomologis kata status adalah bahasa latin klasik suatu istilah yang abstrak menunjukkan keadaan yang tegk dan tetap. atau sesuatu yang memiliki sifat yang tegak dan tetap itu.
2 beberapa arti kata ”negara”
negara umum diterima sebagai pengertian organisasi territorial sesuatu bangsa. negara lazim diidentifikasikan dengan pemerintah. umpamanya apabila kata itu deipergunakan sebagai pengertian kekuasaan negara, kemauan negara dan sebagainya.
maka negara dapat diartikan sebagai sebagai organisasi territorial sesuatu bangsa yang memilki kedaulatan.

3 ide dan konsep negara
ide (cita, idealisme, bagaimana negara itu seharusnya ada ) dan pengertian negara (kenyataan, realisme)
ide negara adalah pemikiran -pemikiran tertentu dari negara.
sedangkan pengertian negara adalah kenyataan daripada pemikiran itu.

4 negara dalam arti formil
negara dalam arti formil dimaksudkan negara ditinjau dari aspek kekuasaan, negara sebagai prganisasi kekuasaan dengan suatu pemerintahan pusat.

5 negara sbg. konsep HK. internasional.
negara adalah suatu subyek hukum internasional.

6 negara dan kedaulatan
kedaulatan adalah kekuasaan yang mencerminkan daripada ciri, pertanda, atribut hukum dari negara.

unsur-unsur negara
1 penduduk:
2 wilayah
3 pemerintahan

asal mula negara
1 perjanjian masyarakat perjanjian sebagai dasar negara dan masyarakat.
2 teori ketuhanan bahwa tatkala manusia dalam keadaan alamiah yang anarkistik itu menderita dari keganasan-keganasan dari keadaan itu, maka mereka menghampiri tuhan dan memohonnya agar disediakan raja bagi mereka yang dapat menolong melepaskan mereka dari keadaan yang ganas dan kacau balau itu.
3 teori kekuatan adalah hasil dominasi dari kelompok yang tua terhadap kelompok yang lemah.
4 teori patriarkhi dan matriarkhi keluarga sebagai kelompok patriarkhal adalah kesatuan sosial yang paling utaman dalam masyarakat primitif.

5 teori organis suatu konsep biologis yang melukiskan negara dengan istilah-istilah Ilmu alam.
6 teori daluarsa menganggap bahawa raja berkuasa bukan karena Jure divino (kekuasaan berdasarkan hak-hak ketuhanan), tetapi berdasakan kebiasaan.
7 teori alamiah negara adalah ciptaan alam. kodrat manusia membenarkan adanya negara karena manusia adalag makhluk politik (zoon politicon).barulah kemudian makhlus sosial.
karena kodrat itu maka manusia ditakdirkan untuk hidup bernegara.
8 teori idealitas bahwa bagaimana sharusnya negara itu ada. negara sebagai íde’.
nama lain dari teori ini adalah :
teori mutlak
teori filosofis
teori metafisis
tokohnya yaitu :
Immanuel Kant
9 teori historis bahwa lembaga-lembaga sosial tidak dibuat tetapi tumbuh secara evolusioner sesuai dengan kebutuhan manusia. sebagai lembaga sosial yang diperuntukkan sebagai kebutuhan-kebutuhan manusia maka lembaga – lembaga itu tidak luput dari pengaruh tempt waktu dan tuntutan-tuntutan zaman.

tujuan dan fungsi negara
menurutu Aristoteles bahwa negara dibentuk dan dipertahankan karena negara menyelenggarakan khidupan yang baik bagi semua warga negara.
Yacobsen dan lipman: tujuan utama dari negara ; memelihara ketertiban, memajukan kesejahteraan individu, kesejahteraan dan mempertinggi moralitas
sedangkan tujuan NRI yaitu:
menurut Charles E. Merriam :
1, keamanan
2. ketertiban internal
3. keadilan.
4. kesejahteraan umum
5. kebebasan.

” …. …. …. melindungi segenap bangsa indonesia dan seluruh tumpah dasa indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan keterrtiban dunia yang berdasakan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial …… … .. “”

teori-teroi fungsi negara
1 anarhisme : (tanpa pemerintahan=no rule)
2 individualisme : suatu keburukan yang terpaksa kita terima.
3 dasar ethis: tujuan manusia yaitu perkembangan harmonis dari seluruh kemampuannya.
4 dasar ekonomis: semua manusia berusaha memenuhi kebutuhannya sendiri
5 dasar ilmiah: hukum harus berlaku bagi manusia,
6 sosialisme : semua gerakan sosial harus ikut campur tangan pemerintah.
7 komunisme hanyalah salah satu bentuk dari ajaran sosialisme

bentuk pemerintahan dan bentuk negara
1 Monarkhi : berasal dari kata monos=satu dan archein =menguasai /meemrintah. atau kerajaan adalah suatu bentuk pemerintahan dimana seluruh kekeuasaan di pegang oleh seseoran g yang berusaha mewujudkan kesejahteraan umum.
2 tirani : bentuk pemerintahan dimana kekuasaan juga berpusat pada satu orang, tetapi berusaha memenuhi kepentingan sendiri dan mengabaikan kepentingan umum.
3 aristokrasi daru bahasa yunani aristoi: kaum bangsawan atau cendikiawan dan kratein : kekuasaan yaitu bentuk pemerintahan dimana berpusat pada abeberapa orang berikhtiar mewujudkan kesejahteraan rakyat
4 polity yaitu bentuk pemerintahan dimana seluruh rakyat turut serta mengatur negara dengan maksud mewujudkan kesejahteraan rakyat
5 demokrasi: dari kata demos=rakyat dan kraterin : kekuasaan. aristoteles menganggap bahwa demokrasi adalah kemerosotan dari polity karen berdasarkan pengalamannya sendiri bahwa penguasa dizaman negara tersebut seperti Athena adalah sangat amat korupt

Komentar
  1. oei fei fei mengatakan:

    hukum kodrat dan positivisme hukum kok gak ada ya?

  2. najamudin amakae mengatakan:

    thanks,, sesuai harapan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s